Wawancara

Posted: September 24, 2010 in materi kelas XI
  1. Definisi wawancara

Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan bahan berita (data atau fakta). Pelaksanaan wawancara dapat dilakukan secara langsung (face to face) dengan orang yang diwawancarai atau secara tidak langsung (telepon, internet, atau surat). Tujuan dari wawancara adalah menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data tentang suatu masalah atau peristiwa dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Narasumber adalah orang yang mempunyai potensi memberi informasi.

2.  Jenis-jenis wawancara:

a. Wawancara berita

Adalah wawancara yang dilakukan untuk memperoleh keterangan, konfirmasi, atau pandangan interviewee tentang suatu masalah atau peristiwa.

b. Wawancara pribadi

Wawancara untuk memperoleh data tentang diri pribadi dan pemikiran interviewee.

c. Wawancara eksklusif

Wawancara yang dilakukan seorang wartawan atau lebih (tetapi berasal dari satu media) secara khusus dengan interviewee, berkaitan dengan masalah tertentu di tempat yang telah disepakati bersama oleh pewawancara dan interviewee.

d. Wawancara sambil lalu

Wawancara yang dilakukan tidak secara khusus, berlangsung secara kebetulan, tidak ada perjanjian atau kesepakatan terlebih dahulu dengan interviewee.

e. Wawancara keliling atau jalanan

Wawancara yang dilakukan seorang wartawan dengan menghubungi berbagai interviewee secara terpisah, yang satu sama lain mempunyai kaitan dengan masalah atau berita yang akan ditulis.

3. Etiket wawancara

Ketika tiba waktunya untuk mengadakan wawancara wartawan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Menjaga suasana untuk menciptakan suasana yang baik

Memang memerlukan waktu lebih, oleh karena itu sebelum memasuki materi yang akan kita percakapkan, terlebih dahulu kita membicarakan hal-hal lain yang menjadi perhatian yang kita hadapi. Misalnya kita mewawancarai tokoh politik, kita mengetahui bahwa tokoh tersebut penggemar burung nuri, maka kita dapat membicarakan terlebih dahulu tentang seluk beluk burung nuri. Hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga suasana jangan membuat orang yang kita wawancarai itu marah atau tersinggung. Sehingga percakapan langsung diputuskan dan jangan marah-marah atau memojokan orang yang kita wawancarai.

b. Bersikap wajar

Jika hendak mewawancarai orang yang lebih pintar dari kita, kita harus bisa membawa diri agar tidak direndahkan. Sebaliknya apabila kita hadapi orang bodoh, kita harus mengarahkannya tanpa harus mengguruinya, dengan demikian orang tersebut dapat mengetahui persoalan yang akan kita gali.

c. Memelihara situasi

Jangan sampai kita memasukan situasi diskusi yang berkepanjangan atau bertindak berlebihan sampai menjurus ke arah introgasi, apalagi menghakimi.

d. Tangkas dalam menarik kesimpulan

Dengan kesimpulan tepat kita dapat melanjutkan wawancara dengan tepat, kesalahan yang sering dilakukan wartawan adalah pada saat mengambil kesimpulan yang kurang tepat, sehingga orang yang diwawancarai harus mengulangi dari awal bagian-bagian percakapan yang penting.

e. Menjaga pokok persoalan

Maksudnya jangan lari dari pokok persoalan yang dibicarakan, untuk itu kita harus waspada dan terus-menerus menjaga pokok persoalan yang dibicarakan. Misalnya: kita ingin mendapat gambaran tentang gajah, orang yang kita wawancarai mula-mula bercerita tentang gajah, tetapi ketika ditengah-tengah pembicaraan ia mulai membelokan masalah dengan pembicaraan ular. Begini dik, gajah itu binatang buas yang berdaban besar. Hidupnya di hutan pulau Sumatera, kakinya besar dan puya hidung yang panjang yang disebut belalai. Dengan belalai itu gajah mampu merobohkan gedung besar. Anda tahu belalai itu? Belalai itu seperti ular phyton. Nah, anda tahu ular phyton? Ular phyton itu hidup di sawah, suka makan tikus, kodok dan sebagainya. Tetapi jangan heran, kambingpun dapat ditelannya.

f. Kritis

Sikap ini perlu dimiliki oleh setiap wartawan agar ia mendapat informasi terinci dan selengkap-lengkapnya. Dengan sikap kritis, orang yang kita wawancarai pun akan merasa berhadapan dengan orang yang tahu persoalan.

g. Sopan santun

Hal yang tak kalah penting adalah sikap sopan santun. Jangan lupa mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai.

4. Tahap-tahap wawancara

Tahap persiapan:

  • Menentukan topik
  • Merumuskan pertanyaan
  • Menjalin hubungan dengan pihak yang hendak diwawancarai

Tahap Pelaksanaan:

  • Datang tepat waktu
  • Memperhatikan penampilan
  • Datang dengan persiapan dan pengetahuan masalah
  • Mengemukakan alasan kedatangan (sebagai pengantar)
  • Pertanyaan dimulai dengan hal-hal umum
  • Pertanyaan tidak bersifat interogatif
  • Dengarkan jawaban dengan baik
  • Siapkan catatan

5. Kerangka Laporan Wawancara

  • Latar Balakang
  • Tujuan
  • Tempat, waktu, dan pelaksanaan
  • isi
  • kesimpulan
  • penutup
  • lampiran

Daftar Pustaka

Romli, Asep Syamsul. 2006. Jurnalistik Praktis untuk Pemula. Bandung: Rosda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s