Menemukan nilai-nilai cerpen melalui kegiatan diskusi

Posted: September 24, 2010 in materi kelas X

Nilai-nilai dalam Cerpen :

Nilai adalah sesuatu yang penting dan berguna bagi manusia. Dalam karya sastra, misalnya Cerpen, nilai-nilai budaya, sosial, ataupun moral.

a. Nilai-nilai budaya berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, dan hasil karya cipta manusia.

b. Nilai-nilai sosial berkaitan dengan tata laku hubungan antara sesama manusia.

c. Nilai-nilai moral berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk. (http://afin.blogmalhikdua.com/2008/10/16/unsur2-cerpennovel/, akses 13 Februari 2010, pukul 10.00).

Contoh kutipan-kutipan yang mengandung nilai-nilai dalam cerpen :

  1. Nilai budaya

Menunggu Tamu

Oleh : Kenan Fabri Hartanto

….

“ Tadi ada kupu-kupu masuk ke rumah.”

“ Kupu-kupu? Lantas?”

“ Kalau ada kupu-kupu masuk ke rumah itu artinya aka nada tamu.”

“ Ah kamu ini, kok masih percaya sama yang begituan. Bagaimana bisa kupu-kupu jadi pertanda kalau aka nada tamu yang datang? Itu tidak masuk akal.”

(Sumber : Kolom Sastra hlm.8 dalam Koran Natas Edisi Maret – April 2010)

2. Nilai Moral

Guruku Selingkuhan Papaku

Oleh : UM

Sejak masih TK aku sudah akrab dengan sumpah serapah yang keluar dari mulut papa dan mamaku. Aku juga sudah nggak asing dengan kata “cerai”, “pelacur”, dan “selingkuh”. Sampai sekarang, aku membenci dan mencintai papa diwaktu yang bersamaan.

(Sumber : Kolom Ceritaku hlm. 40 dalam Majalah Aneka Yess Edisi 10, 11 Mei 2006)

3. Nilai Sosial

Nonton Konser

Oleh : Dipo

Akhirnya Loya menyerah. Dia nggak mau dituduh durhaka, hanya gara-gara lebih mentingin beli tiket konser, ketimbang membantu keluarganya pindah rumah.

(Sumber : hlm. 96 dalam Majalah Aneka Yess Edisi 10, 11 Mei 2006)

Berdiskusi  berarti bertukar pikiran atau pendapat tentang suatu masalah atau kegiatan berbicara berupa komunikasi dua arah atau lebih. Dalam berdiskusi terjadi percakapan timbal balik, pertanyaan dan jawaban, penyampaian gagasan dan tanggapan.

Dalam berdikusi ada dua persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap peserta:

  1. Menjadi Pendengar yang Baik

Anda berusaha mendengarkan kawan yang sedang berbicara dengan sepenuh hati agar Anda dapat mengerti apa yang dibicarakannya.

2. Menjadi Pembicara yang Baik

Anda berusaha berbicara dengan sepenuh hati, menyumbangkan pikiran, pendapat atau pandangan tanpa malu-malu, takut salah atau takut ditertawakan (Sukiat, 1979:6).

Daftar Pustaka

Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta :Balai Pustaka.

Taum, Yoseph Yapi. 2002. Reader Telaah Puisi Indonesia I. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Sukiat. 1979. Diskusi kelompok. Jakarta: Depdikbud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s